Facing Your Giant November 5, 2008
Posted by ivanlukather in Uncategorized.trackback
Dalam potongan film di Youtube, yang diambil dari film “Facing the Giants” digambarkan kisah dramatis tentang serang pelatih American football yang berusaha memotivasi seorang anak asuhannya, Brock. Diceritakan bagaimana si Brock ini begitu frustrasi dengan prestasi mer-eka yang begitu payah dan yakin timnya tidak akan bisa menang. Untuk meyakinkannya, si pelatih meminta Brock melakukan ‘death crawl’ sambil ditutup matanya. Ia harus mengendong rekannya sambil merangkak sejauh mungkin. Brock sendiri yakin, ia hanya bisa merang-kak sejauh 20 yards. Karena itu, sambil meringis dan mengeluh dirinya tidak mampu, ia masih terus merangkak. Sementara itu, di samping-nya, si pelatih terus memompa semangatnya. Bahkan, ada saat di mana Brock merasa sudah tidak sanggup lagi dan ingin menyerah. Namun, si pelatih masih terus berteriak, memompakan semangat baginya. Sam-pai akhirnya, ketika tenaganya habis dan Brock dipersilakan membuka penutup matanya. Tanpa disadarinya ia telah merangkak sejauh 100 yards atau seluruh lapangan! Film ini menggambarkan dengan bagus suatu kondisi di mana terka-dang kita harus berhadapan dengan raksasa kita. Raksasa-raksasan ini berdiri di antara diri kita bersama mimpi-mimpi kita. Celakanya, banyak di antara kita yang akhirnya dikalahkan oleh raksasa-raksasa ini. Bahkan sebelum mereka sempat bertempur.Tulisan kali ini mengajak kita untuk melihat minimal 3 raksasa yang seringkali menjadi penghalang bagi kita dan wajib harus kita hadapi.
Limiting Beliefs
Raksasa pertama ini memang harus dilewati. Jika tidak, kita tidak pernah tahu di mana kemampuan kita yang sesungguhnya. Contoh pal-ing menarik adalah saat Charles Yeager, seorang test pilot di Amerika yang berhasil melewati batas kecepatan suara di tahun 1947. Saat itu, semua orang percaya bahwa kecepatan suara adalah suatu hal yang mustahil dilewati. Namun, dengan pesawatnya dan keyakinannya, akh-irnya Charles Yeager bisa mematahkan keyakinan berabad-abad bahwa orang tidak mungkin melewati batas kecepatan suara itu. Ia pun mem-buka era supersonik yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya. Untuk itu, mari kita pikirkan apakah raksasa pertama yang ada di kepala kita sekarang. Ia selalu menunjukkan kepada kita, keterbatasan dan hal-hal yang dianggap kita tidak bisa dilakukan. Dalam hal ini, ma-rilah kita selalu percaya, kalau kita tidak pernah mencoba, kita tidak pernah akan tahu seberapa besar kemampuan yang kita miliki. Inilah raksasa pertama yang harus ditaklukkan.
Goal Distraction
Raksasa kedua adalah raksasa distraksi (distraction) yang selalu berusaha mengaburkan kita dari impian-impian kita. Raksasa ini beru-saha membuat kita terganggu, teralihkan atau pun justru berfokus pada hal-hal lain, selain impian dan cita-cita kita. Raksasa ini selalu memberi-kan kesibukan atau memberikan kita pilihan atau pun kata-kata dalam pikiran kita sehingga kita tidak bisa mewujudkan impian kita. Raksasa ini memberikan kepada kita kalimat seperti, “Kumpulin modal dulu, baru bisa meraih mimpimu”, “Ayo istirahat dulu, kan kamu sudah kerja keras”, “Ayo kamu harus bisa punya kemampuan dan ilmunya, baru kamu bisa jalankan impianmu”, “Kamu terlalu muda. Tunggulah dahulu”. Raksasa-raksasa ini yang membuat kita akhirnya jadi sibuk menunda-nunda dan akhirnya jadi tidak melakukan apa yang direncanakan. Menghadapi raksasa kedua ini, mimpi kita. Tujuan raksasa satu ini memang membuat kita teralihkan sehingga lama-kelamaan kita jadi kehilangan momentum sehingga kita pun kehilangan semangat. Bahkan lupa dengan impian kita. Hati-hati dengan raksasa kedua ini.kita harus tahu manakah yang mer-upakan ‘pengalihan’ dari impian kita sehingga kita jadi memenunda-nunda dan sibuk dengan segala urusan yang lain, selain mengurusi mimpi kita. Tujuan raksasa satu ini memang membuat kita teralihkan sehingga lama-kelamaan kita jadi kehilangan momentum sehingga kita pun kehilangan semangat. Bahkan lupa dengan impian kita. Hati-hati dengan raksasa kedua ini.
Fear
Raksasa ketiga dalam kehidupan kita adalah raksasa ketakutan. Raksasa ini tujuannya cuma satu, yakni menanamkan dalam diri kita ketakutan serta kekhawatiran sehingga kita tidak bisa mewujudkan apa pun. Ketakutan itu membuat kita lumpuh. Salah satu contoh ba-gus adalah tatkala perang urat syaraf yang seringkali berlangsung pada saat-saat menjelang pertandingan besar dalam olah raga. Saat-saat itu, para pelatih atau pemain berusaha menciptakan terror mental yang isinya menakut-nakuti tim yang lebih rendah maupun pribadi yang leb-ih kecil sehingga mereka mengalami proses ketakutan. Ketakutan inilah yang akhirnya membuat mereka tidak mampu tampil secara maksimal karena mareka sudah takut kalah duluan.Tidaklah mengherankan jika banyak orang mengatakan FEAR seba-gai singkatan dari False Evidence Appear Real (bukti-bukti palsu yang tampaknya benar). Atau, dalam kamus saya saya lebih senang meng-gunakan singkatan dari FEAR adalah “Fantasized Experience Appreal Real”, yakni pengalaman fantasi (palsu) yang dianggap kenyataan. Men-gapa demikian? Karena dalam benak dan pikiran kita, kita sudah terlan-jur membayangkan hal-hal yang buruk dan hal itulah yang kita percaya akan terjadi. Justru itulah yang kemudian menjadi ketakutan yang sung-guh membelanggu kita. Marilah pada kesempatan ini kita bangkit, berdiri, dan dengan tekad yang bulat berusaha mengalahkan raksasa-raksasa tersebut. Ingatlah, sebagaimana dalam kisah terkenal yangs seringkali diceritakan pada anak-anak kita soal Daud yang mengalahkan Goliat, si raksasa. Dengan hanya bermodalkan ketapel, Daud yang didukung oleh Tuhan akhirnya bisa mengalahkan raksasa yang luar biasa itu. Maka, marilah kita juga yakin dengan dilandasi doa-doa kita, kita yakin kita bisa mengalahkan berbagai raksasa yang menghalangi kita mencapai impian-impian kita.
By: Anthony Dio Martin
[...] Facing Your Giant « Gudang Ilmu dan Pengetahuan [...]