jump to navigation

Serba Serbi Kepemimpinan October 16, 2010

Posted by ivanlukather in Uncategorized.
add a comment

Setelah lama tidak menulis blog, akhirnya saya benar2 tertarik untuk menulis lagi. Topik yang memang selalu fascinating buat saya adalah soal kepemimpinan. Wacana yang ingin saya lempar kali ini adalah ,” SUSAHKAH MENJADI PEMIMPIN?

Banyak orang pengen jadi pemimpin. Banyak orang pengen berkuasa, membuat semua keputusan dan menentukan semua kebijakan dalam sebuah organisasi. Ada suatu privilege yang dimiliki oleh seorang pemimpin, namun ada suatu tanggung jawab yang besar yang diemban di pundak seorang pemimpin. Sebagaimanapun kita berbicara bahwa kesuksesan sebuah tim merupakan kerjasama dari seluruh anggota tim tersebut, pemimpin tetap mempunyai andil 60-80% terhadap kesuksesan sebuah tim.

Baru2 ini, ada kejadian di Cile yaitu peristiwa terjebaknya 33 orang petambang di kedalaman 700 meter di bawah permukaan Bumi, dan ada seorang yang menunjukkan suatu kepemimpinan yang inspiratif, yaitu Presiden Sebastian Pinera. Pinera memperlihatkan kepemimpinan yang desicive dan inspiratif dan caranya menangani peristiwa terjebaknya menunjukkan bagaimana Pinera memandang situasi kritis ini.
Bagi kalian para pemimpin, mari kita sama sama share di wacana ini, dan for leader-to-be, tulisan ini akan membantu dalam memberi gambaran bahwa kepemimpinan tidak semudah yang anda pikirkan.

1. Pinera memiliki keyakinan teguh bahwa pasti ada jalan keluar dari kesulitan yang mencemaskan ini.

Tatkala Menteri Pertambangan Laurence Golborne menyatakan bahwa tipis kesempatan untuk menemukan kembali para petambang dalam keadaan hidup, Pinera tidak mau menyerah. Ia mengatakan akan melakukan apa saja yang bisa dilakukan manusia untuk mengatasi peristiwa ini. Ia yakin masih ada jalan untuk mengeluarkan para petambang dalam keadaan hidup.

Apakah kita sebagai pemimpin mempunyai keyakinan. Keyakinan bahwa akan ada masa depan yang cerah untuk organisasi yang kita pimpin? Apakah kita mempunyai suatu FAITH bahwa masih ada harapan untuk organisasi kita ini untuk menuju kea rah yang lebih baik? Apakah kita masih punya iman bahwa semua situasi ini akan berubah menuju ke suatu titik yang lebih baik. Inilah tes pertama buat seluruh pemimpin, apakah pemimpin itu punya keyakinan terhadap orang2 yang dipimpinnya? Terhadap organisasi yang dipimpinnya? Walaupun orang2 terdekat mu, bilang,” kondisi sudah ga mungkin berubah, tanpa duit, tanpa sumberdaya, tanpa faktor2 produksi” MASIHKAH IMAN ITU ADA PADAMU, WAHAI PEMIMPIN??

2. Pinera tahu persis apa yang harus secepatnya ia lakukan dan bahwa ia tidak bisa bekerja sendiri.

Ia meminta bantuan NASA yang ahli mengenai perilaku manusia dalam ruang terbatas. Ia mengundang psikolog untuk membantu menangani situasi kejiwaan mereka yang terjebak. Ia mengajak ahli gizi dan tentu saja ahli tambang untuk membuat terowongan baru dan mengangkat para petambang dengan aman.

Saya kagum sekali disini dengan Pinera. DIA MELAKUKAN APAPUN YANG BISA DILAKUKAN untuk hanya sekedar menyelamatkan 33 orang dari 19 juta penduduknya. Saya yakin menyewa NASA dan Psikolog bukan barang murah, hanya untuk 33 orang dari 19 juta orang?? Namun dia tetap melakukannya karena dia tahu bahwa THIS IS WHAT HE SHOULD DO, and he give 110% effort to do it.
Wahai pemimpin, how far do you want to go to even mengurusi small little thing yang ga terlalu berarti di organisasimu? Its not the result, in my opinion, but the EFFORT that inspires the most. HOW FAR CAN YOU GO?? Or HOW FAR WILL YOU GO??

3. Pinera memperlihatkan pendekatan kemanusiaan yang kuat dalam menangani masalah ini.

Rasa empati ditunjukkannya dengan membatalkan rencana kunjungan ke Eropa dan memilih menunggui pelaksanaan evakuasi petambang dari bawah tanah. Dengan cara ini, Pinera membangun solidaritas kemanusiaan yang menggugah, bukan saja rakyat Cile sendiri tapi juga warga dunia di belahan Bumi lainnya.

Sebagai pemimpin yang kita atur adalah manusia. Bukan mesin, bukan system. Namun ya, yang lucu adalah betapa banyak pemimpin lebih memperhatikan aturan, SOP, dan malah lupa bahwa yang diatur adalah manusia yang mempunyai perasaan, yang mempunyai kehendak dan pikiran, dan merupakan hal yang paling susah diatur. MEMANUSIAKAN MANUSIA, itu adalah suatu prinsip kepemimpinan yang sanagat saya percaya, dan haruslah menjadi pedoman kita semua sebagai pemimpin.


4. Pinera lentur dalam mengatasi peraturan tanpa harus melanggarnya.

Perusahaan tambang negara dan swasta diminta menyisihkan dana untuk membantu operasi penyelamatan. Dalam situasi kritis, seorang pemimpin yang decisive harus berani mengambil keputusan: mengikuti aturan yang kaku atau mencari celah-celah tanpa melanggarnya demi menyelamatkan nyawa puluhan manusia. Tanpa harus berhitung njelimet, Pinera memerintahkan jaksa untuk memaksa perusahaan agar gaji petambang yang terjebak diberikan kepada keluarganya. Ia telah menggunakan kewenangan yang diberikan negara untuk kemaslahatan manusia. Peraturan dibuat memang untuk memudahkan, mengamankan, dan menertibkan cara manusia bekerja. Namun, fleksibilitas diperlukan di saat kritis.

Nah ini jujur yang saya rasa paling berat. Kadang walau niat kita sebagai pemimpin yang baik itu ada, namun kita juga punya tanggung jawab tidak hanya di pekerjaan kita, namun di sekolah, keluarga, organisasi keagamaan, dan lain2. Seolah2 diri kita terbagi2 dengan berbagai topi yang harus kita pakai. Ditambah lagi kadang kita di organisasi kita, kita bukan pemimpin puncak. Kita masih harus bertanggung jawab kepada pemimpin kita. Di posisi tengah ini kadang sangat rumit, dan niat luhur pemimpin aja kadang ga cukup.
Kalian ingin menjalankan prinsip2 kepemimpinan dengan baik, ingin spend waktu sama bawahan kalian, ingin meluangkan waktu untuk mengatur program2 yang baik namun:

 Waktu ga cukup, harus meluangkan waktu dengan pasangan, keluarga dan organisasi lain
 Pemimpin di atas kalian ga suka, dan semua ide2 kita dimentahkan
 Aturan2 dan SOP yang kaku, dan kalian ga bisa melanggar nya untuk mengerjakan program2 atau kegiatan2 yang kalian sudah ada di kepala.

SAYA PERCAYA BANGET BAHWA WALAUPUN KALIAN PARA PEMIMPIN PUNYA NO 1 , NO 2, DAN NO 3, TAPI TANPA KECAKAPAN YANG CUKUP UNTUK MELEWATI YANG NO.4, LU GA AKAN PERNAH BISA MENJADI PEMIMPIN YANG MAKSIMAL,

KENAPA??

KARENA FAKTOR 1, FAKTOR 2 DAN FAKTOR 3 BERSUMBER DARI DALAM DIRI DAN DAPAT KITA KONTROL!!. NAMUN FAKTOR 4 INI ADALAH FAKTOR EXTERNAL!! BAHKAN SAYA BERANI BILANG INILAH YANG PALING MENENTUKAN APAKAH ANDA SEORANG PEMIMPIN YANG HEBAT ATAU TIDAK!

Keluwesan anda melewati no 4 inilah yang benar2 merupakan tantangan buat pemimpin kebanyakan, termasuk saya. Anda sebagai pemimpin akan digoverned oleh aturan2 baik aturan2 perusahaan, undang2 negara ataupun aturan2 sosial sebagai seorang ayah, ibu, anak, kerabat, pemimpin agama, dengan berbagai topi2nya dalam society. Dan kadang anda ga punya kuasa untuk remove hal2 tersebut. Yang anda harus lakukan adalah fleksibilitas dalam melewati semua ini. Dan disinilah skill sebagai pemimpin betul2 diuji.


Kembali ke Pinera….

Pria berusia 60 tahun dengan beragam identitas-ekonom, dosen, investor, pebisnis, politikus, dan kini presiden-ini telah memberi contoh bagaimana kepemimpinan ditegakkan. Mungkin ada yang mengatakan, ia memimpin sebuah negeri dengan penduduk hanya 17 juta jiwa. Dalam hemat saya, kepemimpinan bukan ditunjukkan oleh seberapa banyak orang yang dipimpin, melainkan melekat sebagai karakter.
Kepemimpinan Pinera pantas menjadi inspirasi bagi kita di sini yang tinggal beribu mil dari negeri Cile di Amerika Selatan itu.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.