We are the GEN Y! November 27, 2010
Posted by ivanlukather in Uncategorized.trackback
Pada kesempatan kali ini, saya ingin mengetengahkan suatu fenomena sosial yang sangat menarik dan juga patut diketahui oleh setiap kita. Tanpa mengetahui fenomena ini, siapapun anda, baik pebisnis, pelaku usaha, orang tua, guru dan pemimpin agama pun akan kesulitan dalam mengakomodasi fenomena ini. Fenomena ini disebut
GENERATION Y
Generation Y adalah siapapun yang lahir di tahun 1982-2001, terdiri dari lebih dari 75 juta professional muda dan young adult, termasuk saya, di dunia kita ini. Generation Y merupakan pionir dalam evolusi karir, dengan dibekali pengetahuan akan teknologi dan mindset yang berbeda dalam pengembangan karir serta networking. Dikatakan bahwa tahun 2020, setengah dari lapangan kerja akan diisi oleh Gen Y. Tanpa mengetahui siapa mereka, apa yang mereka value, dan apa style mereka dalam bekerja, jangan harap anda bisa memajukan bisnis anda, sekolah anda, komunitas anda, bahkan tempat peribadahan anda. Bukan mau mengagung2kan mereka, tapi sorry, this is kenyataannya. Mereka adalah orang2 yang menyimpan power terbesar saat ini, belum meledak, yes, namun power itu akan kentara dalam 10-15 tahun kedepan. And tanpa bermaksud melebih2kan lagi, they will be the new emerging power of our world, suka atau tidak suka, tahu atau tidak tahu.
Mau tahu ciri2 Gen Y:
1. Gen Y adalah sekelompok orang yang high energy, dan tidak akan mau menunggu lama untuk sebuah pencapaian karir. Ga ada lagi 10 tahun bekerja baru mencapai posisi GM, before 30 is our new motto.
2. Gen Y sangat menhargai waktu bekerja, dan bagi gen Y, tidak akan semudah itu menaruh mereka di entry level job. Staff bukan kata2 yang terlalu enak didengar buat Gen Y dan gaji 1.5 juta sampe 2 juta untuk permulaan kerja, adalah suatu hal yang tidak terlalu menarik.
3. Jangan kaget kalo Gen Y adalah orang2 yang menentang Status Quo, karena mereka diexposed oleh new things, new mindset. Banyak dari mereka bersekolah di luar negeri, dengan berbagai new terms being exposed. Maybe pemilik business skrg bisa lbh seneng dengan cara kerja manual, misal laporan keuangan manual, sistem kerja ga jelas, dan sistem IT yang obsolete. Don think you will be attractive to these group if you dont change it in near future.
4. Mereka tidak terikat pada suatu kesempatan kerja. Loyalty hanyalah tergantung pada siapa yang bisa memberi penawaran yang terbaik. Tidak selalu urusan duit, tapi flexibility, work environment, dan passion .
5. Results is more important than appearance. Jeans dan T shirt is better for us as long as we close sales target. Dont need to stay 8-5 namun closing sales terus is 10x more important for this kind of group.
Gen Y dikatakan sebagai ID Generation, I Deserve Generation. Jangan berpikir mereka adalah orang yang loyal, karena mereka hanya mau melayani employer yang menghargai kekuatan dan personality serta passion mereka.
Banyak perusahaan2 besar sudah mulai meramu cara untuk menarik golongan ini. Flexibiility, work life balance dan tempat kerja kasual adalah beberapa cara, contoh:
- PCL Construction: Cuti sakit UNLIMITED
- Google: Mengizinkan employee nya bekerja sampingan untuk hal yang mereka suka/ hobi, bahkan mereka boleh main bilyar, playstation , atau bahkan bawa anjing ke tempat kerja.
- Umpqua Bank: Ada allowance buat beli baju kerja, sesuka2nya
So, are you ready??…
Take a look at this video
Comments»
No comments yet — be the first.