Half Time July 31, 2009
Posted by ivanlukather in Success Strategy.add a comment
Saya berterimakasih untuk rekan saya, Mr. Joshua from Impact Training untuk membagikan ini saya. Ada suatu pelajaran berarti yang bisa saya dapatkan dari sharing yang dia berikan. Percaya saya, saya pernah mengalaminya dan saya PERCAYA setiap orang yang saya temui pernah mengalaminya.
Siapa yang pernah bermain bola?? Pasti kita semua, asal tidak kena bom seperti Budi, akan terus bermain bola. Jika kita ibaratkan hidup kita ini seperti pertandingan sepak bola, ada 2 babak yang dimainkan. Babak pertama dan babak kedua. Babak pertama adalah babak pemanasan, cuma babak kedua lah yang menentukan kemenangan. Kita bisa ketinggalan di babak pertama, cuma mampukah kita membalikkan di babak kedua, itulah yang menjadi sebuah pertanyaan. Mampukah kita turn around condition kita di babak kedua.
Babak pertama di sepakbola berbicara soal penjajakan. Kita belum mengerti lawan main kita. Kita mencoba merumuskan strategi, mencari2 seperti apa gaya bermain lawan kita, titik2 lemah di mereka, dan terkadang kita justru yang kebobolan di babak pertama. Oh yeah, let me tell you the truth. Life is like that!! Ada banyak waktu2 kita mencari jati diri kita, mau jadi apa saya di masa depan, mencoba2 berbagai hobi dan kesenangan, sampe rela ganti major gara2 salah pilih dan berasa ga cocok. Mencari tau soal diri dan visi kita ke depan. Dan akan ada BANYAAK KESALAHAN yang kita buat. Yes, saat main bola ada banyak kesalahan2 yang kita buat di babak pertama, mulai dari kagok nendang ga bener, sampe bingung strategi lawan. Ya, ada banyak kesalahan di babak pertama kehidupan kita, anda terlalu terfokus pada mimpi2 anda, sampe kehilangan seluruh ESENSI dalam kehidupan kita. Anda terlalu sibuk ngejer duit, ngejer ce/ co impian kita, ngejer posisi dalam karir, sampe fokus kita akan hal2 yang lebih hakiki dalam kehidupan kita terlupakan. Tapi saya memandang ini sebagai suatu hal yang wajar. Saat kita muda, YA! kita akan mengalaminya, kita akan ngejer duit, karena kita baru memulai. Kita akan kejer ce/co impian kita sampe kita lupa pulang rumah, karena kita butuh build family. Kita akan kejer kestabilan karir sampe lupa tidur, demi kelangsungan asap rumah kita. Ini adalah siklus dalam hidup kita yang harus kita akui dan maklumi.
Pertanyaan nya sekarang adalah, saat babak kedua sudah dimulai. Sudahkah kita sadar akan kesalahan kita? Sudahkah kita menemukan celah2 di benteng pertahanan lawan kita? Sudahkah kita memikirkan strategi untuk membalikkan keadaan? Kunci di babak kedua dari kehidupan kita adalah signifikansi. Saat semua sudah tercapai, duit udah segunung, udah menikah, karir udah mantap, akankah kita masi terus berfokus sama itu, atau mencari arti hidup kita sebenarnya? Kunci nya adalah, seberapa cepat dan seberapa siap anda memasuki babak kedua kehidupan anda. Seberapa mau dan seberapa mampu anda bertahan dan menyerang untuk membalikkan keadaan hidup anda. LET ME TELL YOU ONE THING!! YOU CANT RUN AWAY FROM YOUR FIRST HALF!! NOO, anda ga bisa lari. Anda pasti akan mengalami masa2 pencarian jati diri, masa2 pembangunan karir, dan ,masa2 pembentukan keluarga. ANDA GA AKAN BISA HINDARI ITU. Cuma pertanyaannya adalah, seberapa cepat dan seberapa gemilang anda MEMBALIKKAN KEADAAN ITU?? ATAUKAH ANDA MALAH MENJADI LESU DAN PATAH SEMANGAT KARENA BABAK PERTAMA YANG MELELAHKAN, DAN ANDA MEMUTUSKAN UNTUK MALAS MENJALANI BABAK KEDUA HIDUP ANDA BAGAI TIMNAS PAPUA NEW GUINEA KETIKA BERTEMU BARCELONA ( Ga pernah sich!, cuma contoh aja, udah tau kan siapa yang bakal menang!).
Apakah anda akan berhasil menemukan ESENSI dari kehidupan anda, VISI dari kehidupan anda, TUJUAN AKHIR dari kehidupan kita, itu semua tergantung KESIAPAN, KEMAUAN KERAS, DAN KONSISTENSI ANDA untuk Meneliti diri saudara, kelemahan, kekuatan, tujuan hidup, dan panggilan diri anda dan memfokuskan tersebut saat masa2 babak pertama saudara sudah lewat dan memasuki babak kedua dari hidup kita.
Thx…
Seri Kepemimpinan #1 – Positivity April 5, 2009
Posted by ivanlukather in Success Strategy.1 comment so far
Mulai hari ini saya akan mengupas satu topik yang benar2 tetap menjadi sebuah misteri dalam kehidupan saya, baik kehidupan berorganisasi, bekerja maupun beribadah. Kepemimpinan merupakan suatu hal yang gampang diucapkan, tetapi susah untuk dipahami dan dilakukan. Banyak buku2 kepemimpinan yang sudah saya lahap. Beberapa nama seperti John C. Maxwell, Zig Ziglar, Stephen R. Covey, semua menjelaskan bagaimana kiat2 untuk menjadi pemimpin menurut apa yang mereka alami. Melalui blog ini, saya merasa tergerak untuk share juga mengenai apa yang saya rasakan perlu diketahui untuk pemimpin2 muda pada generasi saya, untuk bisa menjadi pemimpin2 yang jauh lebih baik dan bahkan membuat impact bagi generasinya di masa yang akan datang.
Seri kepemimpinan pada hari ini membahas satu topik yang saya pelajari secara langsung dari teman baik saya, yang kebetulan berkunjung ke Indonesia selama 3 hari kemarin. Saya mengenal beliau saat dia menjadi rekan kerja saya di perusahaan telekomunikasi di negara tempat saya menimba ilmu. Ternyata beliau juga beberapa kali menjadi classmate di beberapa kelas saya. Kemaren teman saya ini mengunjungi Jakarta dalam Tour Southeast Asia nya yang dia jalani nya sendiri as a Backpacker.
Pada usia 18 tahun, teman saya ini menjadi juara satu dalam satu angkatan first year di universitas saya, yang berarti kira2 mengungguli 4000 orang lainnya. Pada usia 20 tahun, dia juga sudah menjadi pemimpin tertinggi organisasi siswa terbesar satu university saya, membawahi kira2 1000 orang. Pada saat ini, 3 tahun kemudian, despite of all the crisis in her country, dia malah ditawari 3 kerjaan, dan sudah memilih dia sebuah perusahaan multinational company dari Eropa. Saya sampai tidak habis pikir, apa yang membuat dia bisa se-luar biasa itu? Di universitas saya, dia adalah seorang pemimpin besar dan hampir semua orang mengenalnya. Pertanyaan nya adalah kenapa?
Saya berkesempatan untuk ngobrol2 serta diam2 menimba ilmu dari dia. Secara tidak sengaja, saya mengerti kenapa dia bisa sebesar itu. Saat saya merencakan pergi ke Dufan bersama dia, saya tidak tahu bahwa Dufan sekarang tutup jam 6 sore pada hari weekdays. (Maklum baru 2 bulan di Indo). Akhirnya saya masuk Dufan jam 3.30, sehingga hanya tersisa 2.5 jam??!! ” Walah mau maen apa ini, cuma 2.5 jam, kenapa saya tidak research sebelumnya”, pikir saya menyesali diri. Dia yang melihat wajah saya bertanya ada apa, dan saat saya jelaskan dia bilang,” Ayo, ngapain pusing2, kita nikmati aja sebaik2nya waktu yang tersisa.”
Saat dia ngomong begitu, semangat saya bangkit. Saya langsung cabut ke semua permainan, berlari2 seperti anak kecil dari satu permainan ke permainan lain. Singkat kata, dalam 2.5 jam kita berhasil maen semua permainan di Dufan!! Setiap kali habis bermain, dia selalu bilang, ” Hey dude, it is fun!!” dengan matanya yang berbinar2. Saat saya ajak dia pergi makan, dia selalu bilang, ” This is extremely delicious.”, hal ini membuat saya berasa, saya belum beri yang terbaik, tapi dia sudah sepuas itu. Ini membuat saya pengen benar2 plan lebih baik lagi dan ingin kasi liat yang lebih baik lagi.
Dia bagaikan seorang anak kecil yang menerima sebuah permen gede. Dia seperti seorang anak yang melihat apapun seperti sebuah hal baru. Sifat POSITIVE nya itulah yang ternyata merupakan kunci keberhasilan nya sebagai seorang leader yang besar. Saya ingat dulu saat saya masi bekerja bersama dia, kita ber 4 akan makan di sebuah restoran. Restorannya gelap, dan variasi makanan nya sedikit, dan kita yang lapar mukanya langsung berubah jadi masam. Tiba2 dia sendiri berteriak dengan muka berseri2,” Yay, at least we have some food.” , kita semua langsung melihat dia dan merasa aneh, heh???!! Eh ternyata setelah dicoba, gak jelek2 amat tu makanannya.
Apa yang saya pelajari??
Dia selalu melihat semuanya dengan positif. Dia selalu melihat sesuatu bagaikan anak kecil dapet permen lollipop gede. Apapun yang dia lihat adalah baik. Dia selalu beranggapan bahwa segala sesuatu pada dasarnya adalah baik, termasuk orang lain. Dia selalu ingin mengenal orang lain, dan tanpa prasangka merasa bahwa setiap orang pada dasarnya baik. Dia selalu melihat semua tugas dengan “can do attitude” dan merasa bahwa semua tugas pasti dapat terselesaikan.
Saya sering banget jadi tour guide di Dufan, dan dalam keadaan tadi, pasti at least ada saja orang yang ngomong,” wah coba tadi perginya pagian.” atau ” wah, tau gini perginya besok aja ya” , walau itu tidak ditujukan buat saya, cuma somehow itu bener2 mematahkan semangat atau merusak suasana. Saya gak pernah jujurnya ketemu orang yang bisa sepositif itu dalam situasi kayak begitu. Kadang2 saya sendiri suka bersungut2, dan tidak mensyukuri apa yang sudah saya raih selama ini.
MoraL:
Seni memimpin no 1: Be Positive. Jadilah orang yang selalu memandang masalah dengan “can do attitude”. Jadilah orang yang berapi api dan bersemangat, yang melihat semua problem dengan tatapan mata peluang, yang dapat menularkan semangat positif itu ke anak buah kita. Bersyukur dengan apa yang kita raih, give a tap on your shoulder and say to yourself,” you’ve done such a good job!” Terus maju dan tataplah masa depan, your future is bright and it is there for you to reach!! Stay tuned for Seri Kepemimpinan #2
Mengupas Change Management March 25, 2009
Posted by ivanlukather in Success Strategy.add a comment
Dalam mitologi Romawi Kuno, ada dewa yang bernama Janus. Dewa ini bermata dua, kepala yang satu berjenggot dan melihat ke belakang, ke masa lalu. Kepala yang satu lagi tidak berjenggot, tampil muda dan melihat ke depan. Tujuan orang Romawi kuno berdoa kepada Janus adalah mereka ingin masa depan mereka lebih baik daripada masa lalu mereka, karena dewa ini dianggap dewa yang memegang masa lalu dan masa depan. Karena dewa ini membuka tahun yang baru, maka namanya diabadikan untuk bulan pertama: Januari. (Ngomong ngomong penulis juga lahir di bulan Januari loo!!)
Kasus Cigna
Cigna Insurance adalah perusahaan asuransi yang mengalami kerugian fenomenal. Pada tahun 1993 mereka mengalami kerugian sebesar 278 juta dollar US, sampai management nya memutuskan untuk melakukan restrukturisasi change management dengan meminta Thomas Valerio (Ex IBM Executive) menjadi VP Corporate Engineering.
For years, they brutally revealed all weaknesses that they have, without even disclose it from their employees. Apapun yang membuat Cigna lemah, dibuka secara brutal, dicari sebabnya dan dibereskan. Tahun 1998, mereka menggapai laba 80 juta dollar US.
Apa moral cerita di atas:
Change Management yang baik harus dilakukan secara “brutal” dan menyeluruh. Ingat Janus, melihat ke masa lalu dan menuju ke masa depan. Banyak company2 ingin melakukan perbaikan ke depan secara menyeluruh, tetapi lupa bahwa ada “legacy system” atau prinsip prinsip terdahulu yang harus dipangkas habis terlebih dahulu. Change management merupakan suatu perjalanan dari satu titik menuju titik yang lebih baik. Kalau titik awal nya aja gak jelas, kelemahannya aja gak tau, apa yang mau dibenerin?? Proyek2 change management paling sering gagal karena bukannya konsep maju ke depannya jelek, tapi keenggannan dari pihak management untuk membuang kebudayaan kebudayaan yang terpendam yang terbukti tidak efektif.
Contoh: Di banyak organisasi, sistem informasi sering menjadi suatu kelemahan yang mendasar. HR System sering menjadi sebuah sistem yang tidak terintegrasi. Laporan keuangan yang masih pake sistem manual, terlambat dan tidak lengkap merupakan contoh2 kelemahan mendasar.
Mengenali kelemahan memang butuh waktu yang banyak, duit yang tidak sedikit, tetapi yang lebih penting adalah komitmen dari seluruh anggota, dari level tertinggi sampe level terendah. Lebih baik take time untuk beresin satu satu walaupun lama, daripada beresin secara keseluruhan dan akan merampas biaya, tenaga yang jauh lebih besar dan hasil yang jauh dari beres.
Bukan artinya kita harus menelantarkan masa depan dan hanya fokus ke masa lalu. Tidak sama sekali!! Hanya kita harus brutal dulu pada diri sendiri sebelum kita melangkah lebih jauh. Yang benar adalah bukannya kita berlari mundur, melainkan kita membetulkan posisi start kita agar dapat melonjak jauh dan membuat gap paling besar dari pelari lainnya.
Salam sukses!!
Mengupas Soal Kepemimpinan March 25, 2009
Posted by ivanlukather in Success Strategy.add a comment
Mengutip Manager’s Scope edisi Mei 2008, ada 3 kaidah penting yang dipaparkan oleh Rosabeth Moss Kanter menyangkut organisasi/ korporasi kelas dunia. Menurut beliau, untuk menjadi suatu organisasi berkelas premium, haruslah mempunyai 3 hal dibawah ini:
1. Cosmopolitan Concept
Perusahaan/ Organisasi mempunyai sistem, strategi, nilai nilai yang berdasarkan kaidah2 kontemporer.
2. Cosmopolitan Competencies
Organisasi mempunyai kualitas nilai, produk, SDM, operasional perusahaan dan sistem keuangan yang berdasarkan standard universal dengan kompetensi yang prominen.
3. Cosmopolitan Connection
Organisasi mempunyai jaringan yang luas, melintasi teritori dan boundary yang ada, dan tidak terjebak pada usaha/ bisnis sektoral semata.
Ngomong gampangnya, untuk menjadi sebuah organisasi berkelas atas, buka mata, buka telinga, jangan picik, dan haruslah mempunya cara pandang dan konsep berpikir yang luas dan dinamis, serta punya pandangan yang jauh ke depan. In short, punya hati dan juga pake otak!!!
Nah masalahnya ya, dalam kehidupan saya selama ini, ga peduli di berbagai negara yang saya tinggali maupun negara yang saya kunjungi, dimana saya banyak berbagi cerita serta meneliti berbagai praktis bisnis dan organisasi , masalah “open-minded” dan “cosmopolitan-concept” ini masih merupakan suatu hal yang kurang diperhatikan oleh banyak pemimpin.
Pemimpin sebagai kunci dasar utama keberhasilan sebuah organisasi banyak yang lebih mengutamakan ego dan dirinya sendiri, konsep2 out-of-date yang tidak lagi sesuai dengan pasar, atau bahkan berbagai pembenaran diri yang pada ujung2 nya berakibat pada keruntuhan moral sebuah organisasi. Lucunya lagi, banyak yang tidak mau mendengar apa kata anggotanya, malas meneliti kekurangan dan kelebihan organisasinya, atau bahkan membiarkan anggotanya terkatung katung dan tidak mendapat nilai yang memadai.
Ada 4 jenis kepemimpinan yang patut ditilik, yang akan membedakan pemimpin yang sejati atau yang biasa2 saja, dan ini semua based on tingkat komitmennya:
1. Pemimpin yang berkata : “I will try” . Kalimat ini tidak mengubah apapun. Pemimpin yang berkata seperti ini sudah dapat dipastikan akan melakukan dengan setengah hati saja, karena komitmen ini memiliki tingkat pengharapan yang negatif.
2. Pemimpin yang berkata,” I will do my best”. Jujur saja, tidak lebih baik dari no 1, bahkan terkesan sangat klise. Alasannya pemimpin model begini, jika ketemu masalah sukar dan berat, akan lebih memilih untuk “default” dengan alasan, ” at least, I have did my best!!”
3. Pemimpin yang berkata,” I will do whatever it takes”, ini menunjukkan besarnya kesungguhan hati untuk menghadapi masalah. Inilah champion’s commitment. Mereka adalah orang2 yang berani gagal, calculated risk taker, yet they learn and fight back.
4. Pemimpin yang berkata,” Consider it is done”. Inilah komitmen tertinggi seorang pemimpin. Seberat dan sesusah apapun masalah, mereka akan berjuang sampai masalah terselesaikan. Mereka percaya bahwa apa yang mereka inginkan sudah terjadi, dan pengharapan mereka positif (have faith).
For all the leaders: ” We are constantly tested for our know-how to lead the business and organization in the right direction. We will be able to do the right things, make the right decisions, deliver the results, leave the business and the people in it better off than they were before.”
Remember Tolil… March 23, 2009
Posted by ivanlukather in Success Strategy.add a comment
Pada suatu hari ada seseorang yang pergi untuk memotong rambut ke tukang pangkas rambut. Si tukang pangkas rambut ini adalah orang yang sangat suka meremehkan orang. Suatu hari beginilah percakapan si tukang pangkas rambut tersebut dengan pelanggannya:
Tukang Pangkas (TP): Pak, lihat ga anak2 yang maen di depan kedai pangkas saya. Salah satu anak itu ada yang namanya Tolil. Liat pak, mana ada nama aneh seperti ini, nama ga jelas gitu. Ditambah lagi pak, udah namanya Tolil, orangnya juga tolol.
Pelanggan (P): Hah, bapak bisa menilai dari mana dia itu tolol?
TP: Ni pak, mau saya kasi contoh?? Ni ya saya buktikan.
Tukang Pangkas berteriak memanggil si Tolil.
TP: Tolil, Tolil, hayo kesini sebentar..Om mau kasi duit ni
Tolil (T): Ya Om
TP: Tolil, ni liat ya, Om ada duit. Di tangan kiri Om ada Rp 500, di tangan kanan Om ada Rp 1,000. Tolil pilih yang mana?
T: (Berpikir sejenak) Om, saya pilih yang 500 dech!
TP: Yang bener Tolil, kamu yakin pilih Rp.500
T: Yakin Om. (Sambil pergi berlalu)
Tukang Pangkas kembali ke pelanggannya:
TP: Nah liat kan Pak, tolol banget si Tolil itu. Sering lo pak saya demonstrasikan kebodohan nya ke pelanggan2 saya yang laen, dan mereka tertawa tawa. Kadang saya kasi Rp.5000 dan Rp 10000, kadang saya kasi Rp 50,000 dan Rp 100,000 , si Tolil tetap saja pilih yang kecil. Dasar Tolol! Nilai duit aja ga ngerti
Pelanggan tersenyum senyum simpul saja. Sesudah selesai memangkas rambut dan berlalu, si pelanggan pergi mencari si Tolil.
P: Nak, kemari nak.
T: Kenapa Om, mau ajak saya maen lagi Om?
P: Engga Tolil, saya cuma penasaran, kenapa kamu pilih Rp.500, apa kamu ga tau nilai duit itu? Apa di sekolah ga diajarin?
T: (Tolil diam diam saja)
Setelah didesak dan dibujuk, akhirnya si Tolil angkat suara.
T: Bukan Om, saya juga tau nilai duit itu gedean mana Om. Cuma..kalo saya pilih yang gede, permainan ini akan berakhir Om. Dengan saya selalu pilih yang kecil, permainan ini tidak pernah berakhir. Ngomong2 om, gara2 permainan ini saja, saya setiap kali dapat dari si om tukang cukur itu saya tabung duit nya Om. Sekarang sudah berjumlah Rp 2 juta Om!
Pelanggan: &%&^%*&^&%$&^%R*^T&(*Y(*&^%&&^$&*%&^*%(&!!!!!!!!!!!
Wahai pembaca, pertanyaan saya adalah,” SIAPA YANG TOLOL?????!!!!!
Moral Cerita:
Di dalam dunia ini, jangan suka underestimate orang. Jangan suka menilai sebuah buku dari sampulnya saja. Anda tidak pernah tahu, tidak pernah tahu akan jadi apa orang itu, siapa orang itu, apa potensi yang dimiliki orang itu. Jangan pernah underestimate orang!! Semoga memberkati!!
God Bless!!
Belajar dari Ladan Lashkari February 23, 2009
Posted by ivanlukather in Success Strategy.5 comments
Sesuai dengan ladang pekerjaan saya sebagai seorang SEO Consultant merangkap pelajar baru lulus, saya secara tidak sengaja mendapat inspirasi dari seseorang yang mempunyai profesi yang ada dalam line usaha saya. Ladan Lashkari, seorang Internet Marketer wanita dari Iran! Mengapa saya kasi tanda seru?? Coba liat dech tulisan yang saya kasi cetak hitam, ada beberapa hal yang bener2 kontradiktif dari tulisan di atas.
Pertama: Dia adalah seorang WANITA.
Kedua: Dia adalah seorang INTERNET MARKETER.
Ketiga: Dia berasal dari IRAN.
Kalo kalian mengerti betul2 kombinasi tiga hal di atas bener2 merupakan sebuah deadly combination. Dalam arti kata, salah satu aja dihilangkan dari tiga komponen di atas, itu masih mungkin di dunia, tetapi seorang WANITA berprofesi sebagai INTERNET MARKETER, dari negara bernama IRAN, itu udah kayak Manchester United jadi juara NBA Finals, gak nyambung kan, dan udah pasti gak mungkin! Sama persis ama urusan ini.
Saya tidak mau menjurus ke arah2 politik, karena bukan urusan saya ngurusin politik. Ok, mari kita mulai dengan hal paling awal, dia adalah seorang wanita dari Iran. Mendingan Google aja dech Iran Women, terus liat image2 nya. Yang pasti internet marketer itu udah pasti bukan dalam kategori profesi yang anda akan liat dari image2 tersebut dilakoni oleh seorang wanita.To make it short, kalo anda umpamakan usaha Internet Marketing adalah sebuah pertandingan karate, nah wanita ini memulai pertandingan dengan satu tangan terikat di belakang.
Nah mau lebih gila lagi? Untuk memulai usaha internet marketing, anda harus at least punya:
1. Paypal Account
2. Account Bank yang bisa menerima US Dollar (untuk menguangkan Check dalam US Dollar)
3. Kartu Kredit
4. Bisa berbahasa Inggris (Setidaknya)
5. Bisa traveling untuk ikut seminar2 Internet Marketing
Boleh percaya atau nggak, dia tidak punya semua yang ada di atas. Tahun 1995, Presiden Clinton impose Embargo terhadap Iran. Jadi jangan harap semua hal2 yang berbau US bisa masuk ke Iran. Seperti buka Paypal Account, US Dollar, kartu kredit, apalagi traveling ke US. Kalo cuma dicap teroris, Ladan berkata udah kayak makanan sehari2. Dan bagaimana mungkin memulai bisnis internet tanpa semua itu, bahkan udah minus kredibilitas dari negara tempat dia berasal, sesuatu yang tidak bisa dia kontrol. Ladan berkata dia belajar bahasa Inggris dari baca2 literatur berjam2 sehari, juga baca ebook2 dan sumber2 internet dan perlahan lahan menyerap semua istilah2 teknikal dalam dunia Internet. Uniknya lagi, sekarang dia adalah salah satu internet marketer yang juga jago dalam hal COPYWRITING!!!??
Kalo anda bilang YES sama salah satu point di atas, anda at least udah one step ahead dari dia. Plus apa anda dicap seorang teroris? Kalo anda bilang nggak, yep 2 step ahead of her! Sekarang Ladan Lashkari merupakan salah satu top internet marketer di Malaysia, pendapatan perbulan “cuma” $6000-7000 yang memang menurut ukuran internet marketer masi cukup kecil. Cuma dia sudah menduduki top 5% income di negaranya, dan 95% orang kerja lebih dari 30 tahun dapetnya pun masi di bawah dia. Tebak berapa umurnya? 20 TAHUN!!
Kalo ada wanita yang memulai usaha saat umur 16 tahun, ga ada pengalaman bisnis, gak bisa ngomong Inggris pada waktu itu, dengan modal awal $30, dan gak punya kredit card ataupun Paypal account di negara yang sedang kena embargo dari US, sekarang punya lebih dari 20 websites dan penghasilan perbulan $6000, kenapa anda masi bilang ga bisa??!!
Perubahan January 14, 2009
Posted by ivanlukather in Success Strategy.add a comment
Dalam hidup kita di abad 21 ini, perubahan merupakan suatu hal yang amat sangat biasa. Perubahan dalam hidup kita terjadi dalam hitungan menit bahkan detik. Perubahan yang sangat cepat terjadi membuat semua orang yang mau tidak mau harus terseret di dalamnya. Tidak mau ikut pun akan dipaksa untuk ikut, dan siapapun yang tidak mampu mengikuti perkembangan zaman akan kehilangan competitive advantage dalam berbagai aspek di hidupnya.
Jujur saja, bagi sebagian orang, perubahan bukanlah sesuatu yang enak. Berbagi disiplin bahkan menerapkan ilmu khusus untuk menyikapi perubahan perubahan yang terjadi dengan lebih strategis. Sebagai contoh, ilmu Change Management dalam dunia HR merupakan suatu disiplin yang diciptakan untuk deal dengan perubahan2 dalam organisasi.
Dalam bukunya, Our Iceberg is Melting, John Kotter mengetengahkan cara yang praktis dan aplikatif dalam menyikapi sebuah perubahan. Di buku itu dijelaskan bagaimana seorang pemimpin dapat membawa perubahan2 dalam sebuah organisasi, menangkis resistensi dan menciptakan sebuah corporate culture yang bertahan dan berkesinambungan.
8 Cara menurut Our Iceberg is Melting:
Set the Stage:
1. Ciptakan sense of urgency ( ciptakan suasana yang mendesak untuk sebuah perubahan): Bantu orang lain untuk bisa melihat kebutuhan untuk berubah dan bertindak secepatnya untuk mengubah kondisi sekarang.
2. Bentuk tim sukses: Anda tidak bisa sendiri dalam menciptakan sebuah pembaharuan. Anda butuh tim. Pastikan bahwa dalam tim anda, kombinasi orang2 ini harus ada: Analitis, komunikator, kepemimpinan kuat, orang yang kredible (terpercaya), orang dengan otoritas, orang yang kanciong ( panikan/ strong sense or urgency).
Ini breakdownnya:
Orang analitis: Ini penting untuk menganalisa masalah dari berbagai sudut pandang, biasanya justru tidak pintar dalam menyampaikan hasil penelitiannya
Orang komunikator: Jago ngomong dan menyampaikan masalah ke khalayak ramai
Orang dengan kepemimpinan kuat: Ini penting untuk mengarahkan orang banyak, membakar semangat dan membuat semuanya tetep on track
Orang terpercaya: Biasanya bisa jadi humas (hubungan masyarakat) dan jago menenangkan kecemasan masyarakat.
Orang dengan otoritas: Orang kuat atau back up, dalam bahasa lainnya. Misalnya orang pemerintah, buat anda bisa keluar masuk dengan cepat tanpa perlu birokrasi, dan bisa mendiamkan orang2 yang tidak sependapat dengan anda dengan cepat.
Orang kanciong/panikan: Nah ini biasanya yang paling bisa buat telinga reseh gara2 diburu2 terus, cuma orang kayak gini biasanya mencegah pemborosan waktu yang tidak perlu. Anda akan senantiasa dibentak2 kalo kerjanya lambat. Bagus ada orang seperti ini dalam tim.
Decide What to Do
3. Ciptakan visi, misi, dan strategi: Visi adalah apa yang ingin anda capai. Misi adalah bagaimana mencapai visi secara garis besar. Strategi adalah berbagai upaya yang ditempuh untuk menjamin kesuksesan sebuah misi.
Make it Happen
4. Komunikasikan visi, misi dan strategi anda: Pastikan SEMUA ORANG yang terlibat tahu dan mengerti betul visi dan misi yang sedang anda tuju. Bukan hanya tim sukses anda, tapi SEMUA ORANG YANG TERLIBAT. Anda bisa punya visi setinggi gunung tidak akan ada gunanya kalo gak ada yang mengerti lalu mendukung.
5. Motivate SEMUA ORANG untuk bertindak, pindahkan semua halangan halangan baik mental, fisik dan psikis yang dapat menghambat visi anda menjadi reality.
6. Hasilkan kemenangan cepat: Ciptakan hasil secara cepat, walau itu hanya sebuah keberhasilan kecil. Appreciate itu dan jadikan itu milestone untuk langkah berikutnya. Kuncinya adalah CEPAT. Setelah anda melakukan langkah 1-5 dan hasil nya walau kecil tapi sudah terlihat, itu akan memotivasi SEMUA ORANG untuk tetap bekerja bahkan lebih giat.
7. Tapi yang lebih penting lagi, jangan terlena. Manfaatkan momentum di no 6, untuk press and push harder and faster. Tanpa no 6, semangat untuk push harder akan lebih susah untuk dibentuk.
Make it Stick
8. Hasil dari no 1-7 akan menciptakan sebuah budaya (Culture). Make it stick, buat itu tetap terjaga, dan perkuat itu terus melalui tindakan yang repetitif sampai culture ini mampu menghancurkan budaya yang lama.
Satu hal terakhir yang perlu diingat, ” Jangan pernah berkata kita sedang dalam proses, kalo tidak ada progress!!”
“Never say we are in process, if you dont see progress. Good process always yield progress. Process without progress is no process at all.”
First Things First January 14, 2009
Posted by ivanlukather in Success Strategy.add a comment
Untuk menyadari pentingnya satu tahun, tanyalah pada pelajar yang tidak naik kelas.
Untuk menyadari pentingnya satu bulan, tanyalah pada ibu yang melahirkan prematur.
Untuk menyadari pentingnya satu minggu, tanyalah pada editor koran yang dikejar deadline.
Untuk menyadari pentingnya satu hari, tanyalah pada pekerja harian yang harus menghidupi 6 anak.
Untuk menyadari pentingnya satu jam, tanyalah pada seseorang yang sedang menunggu kekasih.
Untuk menyadari pentingnya satu menit, tanyalah pada seseorang yang ketinggalan kereta.
Untuk menyadari pentingnya satu detik, tanyalah pada orang yang terhindar dari kecelakaan.
Untuk menyadari pentingnya sepersekian detik, tanyalah pada pemenang medali perak pada sebuah Olimpiade.
Teori Multiple Intelligence August 28, 2008
Posted by ivanlukather in Success Strategy.2 comments
Masih dalam topik strategi sukses, kali ini saya ingin mengetengahkan topik yang cukup mind-blowing buat masyarakat kita. Menyinggung kembali ke urusan kemarin, mengenai gap yang terjadi antara profesi profesi tradisional ( dokter, insinyur), dengan profesi profesi yang bersifat artistik ( perangkai bunga, perancang busana), apa solusinya? Apakah ada konsep yang tepat yang menjelaskan tentang perbedaan itu? Ini penjelasannya:
Howard Gardner, professor pendidikan dari Harvard University, menciptakan konsep Multiple Intelligence pada tahun 1983. Dia merasa bahwa konsep intelijensia yang diukur oleh IQ test adalah terlalu sempit. Menurut Gardner, ada 8 kepintaran/ intelijensia yang dapat dimiliki manusia:
1. Kepintaran Linguistic ( Bahasa): Pernah liat orang yang belajar bahasa kayaknya cepat banget, menguasai bahasa, sampe aksen2 nya pun bisa lancar, kadang bisa lebih dari 2 bahasa, bisa 3, 4 bahkan 5.
2. Kepintaran logika/ numerik: Ini yang paling umum. Jago matematika atau hal2 yang menggunakan logika
3. Kepintaran Spasial: Kemampuan melihat gambar dan ruang dengan hebat.
4. Kepintaran Musik: Mozart, Bach, Paul Gilbert, Tohpati sampe Yovie Widiyanto
5. Kepintaran Interpersonal: Jago ngomong and public speaking. Dari Tung Desem Waringin sampe John C. Maxwell
6. Kepintaran Kinestetis: Dari atlet sampe penari, semua yang membutuhkan gerakan tubuh
7. Kepintaran Intrapersonal: Salah satu yang paling unik. Kepintaran dimana anda mengetahui siapa diri anda, apa kelebihan dan kekurangan anda, serta mampu menggunakan kemampuan anda dengan tepat guna dalam semua situasi
8. Kepintaran naturalistic: Kepintaran terhadap alam dan lingkungan sekitar.
Mau tahu sayangnya? Di Indonesia, dimana IQ test masi merupakan standar intelejensia dan kepintaran, hanya 2 kepintaran teratas yang dianggap bernilai!! Dari sejak kita kecil, bahkan sistem pelajaran sekolah kita dari SD, SMP, SMA, semuanya lebih fokus pada kepintaran bahasa dan matematika. Bahkan parahnya, berapa sering sistem pendidikan kita memberi label anak2 yang tidak pintar 2 hal diatas sebagai anak bodoh, underachiever, dan perlu pendidikan khusus. Bahkan dari segi gaji, pendapatan dan kompensasi nya pun, bidang2 pekerjaan yang memerlukan 2 kepintaran di atas mendapat perlakuan yang di anak emas kan. Pada ujung2 nya, generasi muda kita terbentuk menjadi generasi yang fake. Berusaha setengah mati untuk menjadi orang yang bukan dirinya, hanya karena mereka tertekan dengan ekspektasi society.
Mau lebih ekstrim lagi? Berapa banyak anak2 kita yang merasa stress dengan sistem pendidikan yang skrg diterapkan. Belajar dari buku cetak, ikut ulangan pilihan ganda, dan ujung2 nya kepintaran mereka hanyalah dinilai dari sebuah angka yang diberikan oleh guru. Angka itu menjadi hidup mati mereka, angka itu bisa menaikkan harkat martabat mereka, mengangkat reputasi mereka atau justru memberi label ” perlu bimbingan khusus remedial” pada mereka.
Iseng2 aja, coba terapkan teori Multiple Intelligence saat mengajar. Contoh: saat mengajar hukum penawaran dan permintaan pada pelajaran ekonomi, pelajaran dapat diberikan dengan membaca buku cetak ( linguistic) atau belajar rumus rumus keseimbangan pasar ( logika/ matematika), atau melihat grafik yang menjelaskan hubungan penawaran dan pendapatan ( spasial). Dapat juga belajar dengan mengamati penerapan penawaran dan permintaan di pasar Tanah Abang atau Senen ( naturalist) atau berbincang bincang dengan ahli ekonomi dari Bursa Efek Jakarta ( Interpersonal). Selain itu, bisa juga memperbandingkan hukum penawaran dan permintaan dengan hukum kesehatan tubuh, saat kita makan banyak ( penawaran tinggi), badan kita tidak akan merasa lapar ( permintaan akan makanan turun) ( kinestetis dan intrapersonal). Atau bisa juga buat lagu yang berhubungan dengan Penawaran dan Permintaan, seperti Its all bout the money nya Meja ( musical), well gak nyambung sich, cuma ngerti kan maksudnya!!
Berapa banyak lagi talenta talenta berbakat harus hilang gara gara mereka hidup dalam keadaan yang tidak mendukung pertumbuhan talenta mereka? Ayo kawan, bagi yang punya kepintaran lain selain 2 teratas, gak perlu minder. Kamu punya kelebihan yang tidak dimiliki orang lain. Maksimalkan kemampuan kamu terus dan tetap melangkah maju. Buat yang pinternya matematis atau bahasa, lu gak lebih pinter daripada temen temen lu yang jago bola, jago piano, atau bahkan jago pidato, walau mereka punya nilai mafia mereka cuma 60. Hargai mereka buat kemampuan mereka karena pada hakikatnya, mereka tetap punya kepintarannya sendiri. Kalo lu berpikiran mereka kalah pinter sama lu, itu artinya lu gak tau apa2 dan parahnya lagi, lu adalah korban ke salah kaprahan society ini. Salam sukses
Menentukan Arah Hidup August 27, 2008
Posted by ivanlukather in Success Strategy.3 comments
Stadion Senayan, 28 Agustus 20xx
Brazil v.s Indonesia
Menurut anda, siapa yang menang? Kalo menurut saya, Indonesia pasti yang menang. Walau pertandingan sangat mungkin lebih dari 120 menit pun, pada ujungnya Indonesia tidak mungkin kalah. Mau tahu kenapa? soalnya Indonesia tidak ada gawang!!!!
Lucu sich lawakan di atas. Bahkan mungkin anda berpikir koq ini anekdot jayus amat sich. Tapi apakah moral cerita di atas? TANPA GOAL ANDA GAK KEMANA MANA. Anda boleh jagoan bola sedunia, punya team isinya Ronaldinho, Kaka dan Robinho. Cuma kalo Indonesia gak ada gawangnya, mereka mau tendang kemanapun, heel shoot sehebat apapun, mau sampe goreng bola ala iklan Airport 1998 pun, gak bakal menang juga, karena gak ada arahnya!!
Seberapa sering kita hidup tanpa tujuan. Kalo saya tanya 5 tahun lagi anda mau kemana, 10 tahun lagi anda dimana, kalo anda punya jawabannya: Bagus. Kalo gak punya?? Wah itu bisa perkara besar jadinya. Menentukan visi sama halnya seperti melihat. Ini HUKUMNYA: KALO ANDA TIDAK BISA MELIHAT ITU, ANDA TIDAK AKAN MENCAPAI ITU.
Contoh: Anda terkurung dalam ruang gelap, dan anda butuh keluar kalo tidak ada monster yang mengincar anda. Anda tidak akan mungkin keluar, kalo anda TIDAK LIHAT PINTUNYA!! Saat anda even tidak bisa melihat arah tujuan anda, anda gak akan kemana mana.
Prinsip ini sebenarnya bisa dikembangkan menjadi lebih hebat lagi. ANDA HANYA AKAN SEJAUH ANDA MELIHAT. Kalo saya kasi pertanyaan seperti ini: Berapa duit di account bank anda 5 tahun lagi:
a. 50 juta rupiah b. 500 juta rupiah c. 5 milliar d. 5 trilliun
Terserah anda mau jawab apa, cuma saya pastikan yang mana anda pilih, sebanyak itulah duit di account bank anda 5 tahun lagi. Kenapa? karena itulah limit yang anda tetapkan buat diri anda. Sejauh itulah usaha yang anda akan berikan untuk mencapai itu. Usaha 50 juta jelas beda dengan usaha 5 trilliun.
Saat menentukan goal, tentukan Short term dan Long Term nya. Buat action plan, yaitu langkah2 yang anda rencanakan buat mewujudkan goal anda. Dipecah2 aja jadi jelas, Dan terakhir, jangan lupa tentukan KPI ( Key Performance Indicatornya) yaitu tanda kesuksesan anda. Saya beri contoh:
Anda ingin sukses dalam membuka toko bakmi. Langkah:
1. Tentukan Short Term Goal: Bisa buat bakmi, perlengkapan masak dan meja serta tempat duduk dan menu tersedia.
2. Tentukan long Term Goal: Masukin Toko Bakmi di Internet, menyaingi Bakmi GM
3. Action plan (Short Term): Senen: Beli bakmi belum masak di pasar, Selasa: beli perlengkapan masak di Carrefour, Rabu: Beli kursi baso dan meja di tukang kayu, Kamis: Pergi cetak menu di tukang printing
4. Tentukan KPI: misal saya mengukur usaha sukses saya kalo dalam setahun saya sukses menjual 10,000 mangkuk bakmi.
Jangan lupa juga, membuat goal harus SMART: Specific, Measurable, Achievable, Result, Timeframe
Kembali ke toko bakmi: SMART goal
Specific: Bisa buat bakmi. SPESIFIK, bukan bisa buat bakmi, bihun, bakmoy, ngalor ngidul kemana2
Measurable: Dapat diukur, anda dinyatakan sukses buat bakmi jika bakmi nya sudah berasa seperti bakmi GM. Rasa Bakmi GM itu ukurannya. Kalo belum berasa kayak geto, goalnya belum tercapai
Achievable: Bisa buat bakmi satu mangkok: Achievable. Bisa buat bakmi sebanyak 500,000 mangkok dalam satu hari sendiri, mungkin gak??!!
Result: Berorientasi pada hasil.
Timeframe: Ada batas waktunya. Bisa buat bakmi setelah berlatih selama satu hari Senen. itu bener! Bisa buat bakmi, sampe bisa lah gak peduli kapan bisa nya, mau 2 hari , 3 hari , seminggu. WADUUUHH!!!
Jadi rangkuman:
1. Tentukan arah hidup anda. Tanya pada diri sendiri, 5 tahun sampe 10 tahun lagi gua mau jadi apa?
2. Set short term dan long term goal. Lalu buat action plannya. Jangan lupa Goal harus SMART
3. Tentukan juga KPI nya
4. LIHAT goal anda, visualisasikan sukses anda setiap hari.
5. Saat anda mencapai tujuan, EVALUASI!! Kalo gagal, perbaiki. Kalo sukses: Buat yang baru yang lebih gede!!
Salam Sukses!!
Hidup Dengan Kekuatan August 27, 2008
Posted by ivanlukather in Success Strategy.Tags: sukses
2 comments
Dalam dunia maya, setiap orang pasti sukses. Tapi pada kenyataannya, tidak semua orang sukses. Saya sangat percaya bahwa setiap manusia diciptakan untuk mencapai kesuksesan. Saya sangat tidak percaya bahwa kita diciptakan Yang Maha Kuasa untuk hidup selama berpuluh puluh tahun tanpa maksud tertentu atau lebih parah lagi, untuk menjadi gagal. Pada realitanya, tidak semua orang sukses bukan?
Saya meneliti berbagai faktor dan alasan, mengapa di dunia ini terjadi perbedaan? Ada yang sukses, sangat hebat suksesnya. Tapi yang gagal, benar2 malang dan merana. Ada suatu anomali, dimana yang sukses makin sukses, dan yang gagal, tetap aja biasa2 aja bahkan tambah gagal. Saya akan beberkan beberapa rahasia sukses yang merupakan bagian dari “research” mendalam saya yang saya tekuni akhir2 ini. Melalui post di blog saya ini, saya akan secara berkala membahas faktor2 utama, mengapa orang bisa sukses, dan mengapa orang bisa gagal.
Banyak orang tidak tahu bahwa salah satu syarat utama buat sukses adalah: ……………………………………..
1…………., 2……………….,3………………………….
” HIDUP LAH DENGAN KEKUATAN MU”
Setiap orang di dunia dilimpahi atau diberkati dengan kekuatan dari Yang Maha Kuasa, yang sifatnya amat disayangkan BERBEDA BEDA. Ada yang hebat dalam menari, menggambar, olahraga, matematika, dan lain lain. Tapi tahukah saudara saudara bahwa banyak orang TIDAK MEMILIH untuk hidup dalam kekuatannya. Mungkin mereka tidak tahu pasti apa talentanya, tapi jangan terkejut bahwa banyak orang SECARA SADAR memilih untuk hidup tidak sesuai dengan talentanya.
Kita hidup dalam masyarakat yang heterogen. Di dunia ini, cuma ada 2 hal, DIPENGARUHI atau MEMPENGARUHI. Saya akan jelaskan kenapa banyak orang tidak hidup dalam kekuatannya. Salah satu alasan paling sering saya lihat mengapa orang tidak hidup dalam kekuatannnya adalah “FAKTOR LINGKUNGAN”. Sangatlah disayangkan, lingkungan atau masyarakat sangat suka menetapkan norma norma yang mendikte apa sukses menurut mereka. Bagi kebanyakan orang yang hidupnya DIPENGARUHI oleh lingkungan, akan secara tidak sadar mengikuti kemauan lingkungan dan menjalani hidup yang tidak sesuai dengan kekuatannya. Niscaya, hidupnya tidak akan pernah maksimal.
Seringkah kita yang hidup di Indonesia melihat norma norma itu. Coba apa menurut anda pandangan masyarakat terhadap profesi seperti Dokter, Insinyur, serta Pengusaha. Bandingkan dengan mata pencaharian seperti Penari, Pemusik, Perancang Busana, Perangkai Bunga. Jujur jujuran aja, kalo anda punya anak, saya yakin anda akan lebih cenderung menyuruh anak anda mengambil jurusan yang di golongan pertama daripada golongan kedua. KENAPA????? Apakah penari, pemusik, dan perangkai bunga bukan keahlian yang patut diperhitungkan?? Dengan konsep pemikiran seperti ini, pada ujungnya akan membentuk suatu generasi yang “DISSATISFIED”.
AKIBAT JANGKA PANJANG
Inilah kronologinya:
1. Seseorang yang terpengaruh dengan norma norma society akan berusaha setengah mati untuk mengikuti pola itu. Mereka akan hidup hanya untuk menyelaraskan hidup mereka dengan apa kata society. Apalagi saat gengsi berperan, tambah runyam urusan.
2. Selanjutnya, mereka akan berusaha merekonstruksi value2 mereka, supaya selaras dengan norma yang ingin mereka lakoni. Dalam proses itu, mereka akan memprogram ulang alam bawah sadar mereka, supaya sesuai dengan peran yang mereka ambil. Mereka mencoba merasionalisasi pilihan mereka dengan 1001 macam alasan. Contoh:,” Ah yang penting kan duitnya, kalo ada duit gua happy” atau ” kesukaan kan bisa dilatih, kalo tiap hari gua kerjain yang sama2 terus, pasti gua lama2 suka!” . REALLY?? Apa hasilnya? Lihat no 3.
3. Karena mereka tidak hidup dengan kekuatan mereka, udah pasti yang mereka lakukan TIDAK AKAN BERHASIL. Even berhasil, tidak akan ada kepuasan dalam diri mereka. Celakanya lagi, seiring dengan kegagalan yang bertubi tubi, confidence level mereka akan turun, mengakibatkan mereka akan makin melimit sukses mereka. Mereka mencoba memodifikasi definisi sukses buat mereka dengan sukses sukses yang bersifat ” RISK AVERSE” (menghindari resiko). Perkataan2 seperti ,” Kalo sampe segeto aja tercapai, saya udah puas lah.” mereka lontarkan hanya demi menghindari kekecewaan akibat kegagalan. AKIBAT TERBURUKNYA: TERBENTUKLAH SUATU GENERASI YANG DRIVEN BY FEAR!!!!!!!!!
Anda mau tahu kenapa saya hampir pasti jamin kegagalan udah menunggu di depan pintu. Karena anda pikir dengan modal bekerja keras saja, anda bisa melewati orang orang yang melakukan semuanya dengan passion? Contoh: Anda berpikir,” ah jadi dokter pasti belajar2 terus juga bisa, ” tapi dalam dunia masyarakat nanti APA ANDA MUNGKIN KALAHIN ORANG ORANG YANG BACA BUKU ANATOMI DAN FARMAKOLOGI SEGEMAR BACA KOMIK???? Anda mungkin berpikir, pasti saya ikutin trendnya, saya berjuang keras seperti mereka. Jujur anda, apa anda gak kasihan dengan diri anda?? Saya sich betul betul kasihan betul sama orang orang yang berpikir begini, makanya saya tulis post ini jam 3 pagi.
Mau coba tes, apakah anda hidup dengan kekuatan anda apa tidak? Coba tanya ke diri anda sendiri:
1. Kalo saya bisa kerjakan sesuatu dan tidak bisa gagal, apa yang ingin saya lakukan?
2. Kalo saya tidak digaji selama 10 tahun, apa saya masi mau mengerjakan pekerjaan yang saya lakukan sekarang?
Kalo anda jawab pertanyaan no 1 dan 2, berbeda dengan apa yang anda tekuni sekarang, coba telaah diri anda lagi, apa yang anda lakukan benar2 “passion” anda?
Sukses bukan hanya soal uang, tetapi juga berbicara tentang kepuasan hidup. Banyak orang tidak bisa maju2, karena mereka tidak hidup berdasarkan talenta mereka. Mereka memilih profesi tidak berdasarkan kekuatan mereka, melainkan: usul temen, usul orang tua, ikut2 an temen karena gak tau pilih apa, kepengaruh gengsi satu bidang lebih tinggi dari yang lain. Orang orang di sekeliling kita, termasuk orang tua dan golongan golongan yang lebih tua mempunyai maksud yang baik. Saya percaya itu. Mereka merekomendasi cara cara sukses yang mereka tahu dan sudah berhasil mereka jalankan. MASALAHNYA, anda bukan mereka. Di dunia ini gak ada yang sama. Pabriknya udah mendikte bahwa tiap manusia blueprintnya beda beda. Sukses anda BUKAN sukses mereka. Mau tahu, pekerjaan termahal di Amerika adalah Dokter. Pekerjaan yang paling banyak orang gak puas dan pengen quit di Amerika adalah…………? Jawabannya: Dokter
Bro, percaya dech, ” WHEN YOU DO WHAT YOU LOVE TO DO, MONEY AND SATISFACTION WILL FOLLOWS”. PASTI!!! Jangan terpengaruh apa kata orang, you know the best in regards of who you are and what do you want to do. Salam sukses selalu!!